Selasa, 25 Juni 2013

Du bedeutest mir die Welt, di:')

suatu pertemuan antara kamu dan aku 
salah satu rencana Tuhan yang aku yakin itu indah.. ternyata benar.. 
Tuhan sengaja mengirimkan kamu didalam hidupku.. 
Kamu yang kini tengah merebut hatiku.. 
Kamu.. 
salah satu alasanku dapat tersenyum, tertawa bahkan sampai harus menitikan air mata...

berawal dari suatu perkenalan singkat... yang berujung dengan keterpautan hatiku ini.. Apakah ini salah satu rencana Tuhan untuk aku dapat merasakan perasaan itu kembali? perasaan yang sangat sulit aku gambarkan.. 
Apakah memang Tuhan benar-benar menginginkan aku untuk merasakan cinta itu?

seiring bergulirnya waktu... 
aku masih saja tak pernah mengerti maksud Tuhan mengirimkanmu.. 
sosok pria yang sederhana tapi mengagumkan.. 
senyum dan cara berbicaranya yang dapat meluluhkan hati ku ini..

Pelan tapi pasti... rasa itu semakin dalam untuk sosok pria itu..
Jika harus jujur, aku tak ingin kebersamaanku dengan dia berakhir.. aku tak ingin jika harus menukarkan kebersamaanku dengan yang lain.. 
dan jika aku harus memilih antara kamu dan kebahagiaanku.. aku akan memilih kamu.. karna aku tau, kebahagiaanku itu bersama kamu...

Mungkin ini maksud Tuhan, menyatukan aku dengan kamu.. menyatukan kita berdua.. tapi kenapa disaat kita sudah bersama, kamu seperti membangun tembok yg teramat tinggi diantara kita.. yg sangat sulit untuk aku tembus... 
apakah kamu sengaja membangun tembok itu? 
tembok yg semakin hari semakin kokoh dan masih belum bisa aku hancurkan...

aku harap tembok itu bukan pemisah untuk kita.. aku harap Tuhan merencanakan hal yg indah lagi untuk kita.. yg aku bisa lakukan sekarang, hanya mempertahankan kamu.. mempertahankan kebahagiaanku bersamamu.. tapi.... semakin aku mempertahankan kamu.. kenapa semakin banyak kata-kata kamu untuk berpisah? apa memang perpisahan adalah cara kamu bahagia?

egoiskah aku bila masih mempertahankan kamu... 
sementara, semakin aku mempertahankan kamu ...
semakin besar juga kamu menarik diri dari aku... 
apakah kamu tak pernah bahagia ketika bersamaku sehingga memilih untuk pergi dibanding bertahan? 
apakah kamu sudah menemukan kebahagiaaan kamu dengan yang lain? atau....
apakah memang rencana Tuhan selanjutnya adalah memisahkan kita?

Tuhan, bila memang dia tak pernah bahagia denganku dan lebih memilih dengan yang lain.. aku akan coba untuk merelakan kebahagiaan ku hilang... 
membiarkan kamu-sumber-kebahagiaanku bahagia dengan yang lain..

ich liebe dich und das ist alles, was ich wirklich weiss, di :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar