Selasa, 02 September 2014

Dia (sedang) bekerja.

" tak pernah kutau cara bekerja dia, yang kutau kamu sudah mengisi tempat ini"

perasaan yang tak pernah mengerti sampai saat ini bagaimana cara kerjanya, perasaan yang entah mengapa dia bisa memilih orang yang tak bisa ditebak. perasaan yang membuatku terus harus terbelenggu dalam diam. ingin mengatakan namun takut akan segala penolakan. terlalu cepat untuk berkata akan rasa, tetapi tak pernah bisa di jadikan logika bila itu menyangkut dia.

waktu yang sangat singkat tak pernah bisa menjamin dia tak bekerja secara maksimal, begitupun sebaliknya. seakan tak pernah terpengaruh oleh apapun. seakan tak pernah terelak oleh siapapun. dia bekerja tanpa memberi tahu sang pemilik. dia bekerja tanpa permisi. dia memilih tanpa harus berpikir.

banyak orang yang berkata bahwa semua akan tak masuk akal bila dia sudah mulai bekerja, banyak orang yang tak tau apa yang akan dirasakan karna dia selalu memberikan kejutan yang tak pernah diduga. dia datang dan pergi. datang dengan suka hati dan pergi dengan seenak hati.

dan kini aku merasakan dia sedang bekerja dalam diriku. dia juga tak pernah bertanya akan seseorang yang aku ingin rebut hatinya. dia memilih semua itu secara acak, dan terpilihlah kamu, seorang Ken pasangan Barbie yang tak pernah diduga bagaimana kedatangannya. 

Selasa, 26 Agustus 2014

tolong pahami.

entah untuk kesekian kalinya aku ingin berkata padamu, bahwa aku teramat menyayangimu. kamu tau, aku selalu berusaha untuk membuatmu nyaman berada didekatku.. kamu tau, aku selalu ingin menjadi alasan untuk kamu terus tertawa dan menorehkan senyuman khas mu. kamu tau, aku selalu berusaha untuk tak mendengarkan apa perkataan orang lain terhadapmu. kamu tau, aku selalu ingin memberikan yang terbaik untukmu.. ya,selalu...

entah untuk kesekian kalinya aku ingin berkata padamu, bahwa aku tak terlalu kuat untuk merasakan luka. aku bukan lagi seorang perempuan yang memiliki persediaan topeng senyum yang banyak. aku bukan lagi seorang perempuan yang menerima sikap tak acuh mu itu. aku bukan lagi seorang perempuan yang bisa menahan luka seorang diri... 

entah untuk kesekian kalinya aku ingin berkata padamu, sebagian dari diriku terus mengatakan bahwa kamu akan segera menjadi pria yang lebih baik lagi. sebagian diriku selalu berkata bahwa kamu akan terus menjagaku. sebagian dari diriku berkata bahwa kamu akan terus melindungi hatiku. tapi entah terkadang sebagian dari diriku yang lain berkata sebaliknya.. mereka selalu berkata bahwa kamu tak akan pernah berubah.. mereka berkata bahwa kamu tak sepenuhnya serius terhadapku.. mereka berkata bahwa kamu masih menginginkan bunga yang lebih indah didepan sana..

entah untuk kesekian kalinya aku ingin berkata padamu, aku disini berdiri seorang diri. berdiri menunggu kamu, wahai pria ku. menunggu kamu untuk takkan lagi berperilaku seperti itu terhadap semua perempuan. menunggu kamu untuk menjadikanku satu satunya di dalam singgasana hatimu. menunggu kamu untuk membantu aku menjaga hati ini;kita.

entah untuk kesekian kalinya aku ingin berkata padamu, bahwa kamulah kado terindah dari Tuhan yang telah Ia berikan kepadaku. bahwa kamulah tanganku yang sempat hilang untuk menghapus tangisku. bahwa kamulah tawaku yang sempat hilang. dan bahwa nama kamulah, yang selalu aku lafalkan dikala aku sedang bercengkrama dengan Tuhan.

kamu, pria yang selalu disebut namanya dalam hati maupun lafalku. aku ingin sekali mengatakan bahwa aku, kini tengah merasakan sesak yg terdalam. tak perlu aku katakan mengapa, tetapi aku ingin mengatakan bila memang kamu sudah menemukan bunga yg lebih indah dariku tolong rawat bunga itu. berikan perawatan yang beda dari bunga yang lainnya. karna tak ada satupun perempuan yang ingin diperlakukan sama terhadap yang lainnya. kamu tau priaku, bahwa diperlakukan biasa oleh orang yang spesial memiliki luka tersendiri yang susah untuk disembuhkan.

Kamis, 15 Mei 2014

Kamu ----- Beda

rasa sesak menyelinap dalam dadaku ketika aku membaca kembali pesan singkat antara kamu dan aku ketika dulu.. saat kamu masih mengatakan kata sayang juga menyelipkan kata rindu kepadaku.. terlebih ketika aku membaca semua angan dan harapan yang akan kita capai bersama.. rasa sesak seketika mengharuskanku untuk merasakan air dipelupuk mataku hingga tak dapat lagi aku tampung..

kamu masih sama, masih menjadi bagian hidupku.. kita masih dalam satu hubungan yg seharusnya berjalan dengan indah seperti dulu. tak ada yg beda dari hubungan kita, hanya saja kamu yg kurasa beda, tak sehangat dulu tak seramah dulu.. kamu kini terlalu jauh untuk aku rengkuh, kini kamu terlalu dingin untuk aku sentuh.. entah dimana letak kesalahan dalam hubungan ini yg dapat merubah segala kehangatanmu, terlebih genggaman jemarimu yang tak lagi dapat kukenali siapa pemilik jemari yg kusentuh ini..

dalam diam kamu berusaha menjauh, dan dalam diam aku terus mendekat. layaknya magnet yg mempunyai satu kutub yg sama dan tak pernah bisa bertemu... kemana magnet yg dulu kamu kenakan sehingga semua bisa menjadikan sebuah satu titik temu? tak ada lagi tawa bahkan senyum yang dapat kamu torehkan seperti dulu. yang kulihat kini, bukan sosok laki laki yg kukenal dengan kehangatannya, akan tetapi sosok laki laki yang aku kenal dengan segala sikap dinginnya terhadapku.. tatapan mu kini sudah berubah tak seteduh dulu, ingin kuselami setiap tatapanmu, tetapi semua seakan menolak untuk diselami.

apakah mungkin kamu tak lagi memiliki angan dan harapan seperti dulu? atau bahkan kamu kini membiarkanku mewujudkan semua itu dengan langkah sendiri? apakah mungkin kini kamu menemui sosok wanita lain yang kamu percaya dialah wanita masa depanmu? jika memang benar akan adanya seperti itu, tolong berhentilah berdiam dan menjauh dariku. tolong katakan, tolong jelaskan kepada hati yg masih mengharapkan kamu dan masih yakin akan kamu, sosok pria dari masa depan ku



Kamis, 17 April 2014

Tersesat di Persimpangan

Berlari tanpa arah, berjalan tak menetapkan tujuan. Layaknya seonggok daging yang berjalan tanpa arti. Tak mengerti harus mengarahkan kekanan atau kiri. Merasa tersesat bila tak ada lagi cara untuk jalan lurus kedepan atau bingung harus berjalan kemana disaat ada persimpangan. Karena, aku telah terbiasa dipilihkan jalan, aku juga terbiasa untuk terus berjalan lurus seperti yang dipinta oleh mereka. Terbiasa akan dipilihkan mana jalanku berarah dan tersesat bila tak lagi dipilihkan kemana aku akan berjalan bahkan berlari.

Disaat kehilangan arah, aku mencoba untuk berani mengambil arah. Mengambil arah sesuai dengan keinginanku, sesuai dengan minat ku. Hingga berada dipersimpangan jalan, ketika aku ingin memilih ketika itu pula pilihanku tak disetujui oleh mereka. Entah apa yg mereka pikirkan terhadap keputusanku terhadap arah yg akan ku lalui. Satu detik yang lalu mereka berkata semua terserah pada keinginanku, tetapi satu detik kemudian mereka berkata berlawanan.

Entah apalagi yang tengah dipersiapkan. Skenario apalagi yang mereka persiapkan untuk senggok daging yang berjalan dengan tak tau arah seperti halnya boneka kayu yg dikaitkan dengan tali untuk menjadi alat penggeraknya. Entah sampai kapan aku berjala layakya boneka kayu yg diikatkan dengan tali, yang hanya bisa berjalan sesuai keinginan seorang dalang.


Harus berbuat apalagi untuk bisa menetapkan tujuan bahkan arah yg ingin kupilih saja aku tak kuasa. Sampai kapan aku menjadi seonggok daging tanpa arti, sampai kapan aku harus menjadi boneka yang bergerak karena dalang dibelakangku. Sampai kapan aku harus berlari dan berjalan tanpa arti seperti ini. Apakah harus selamanya aku seperti ini? Berjalan, bahkan berlari yang akan tersesat di persimpangan ketika dalang dan aku memiliki keinginan yang berbeda.

Rabu, 16 April 2014

20th January

bila memang kita dipertemukan untuk sebuah alasan, apakah kita akan dipisahkan untuk sebuah alasan kembali? mungkin untuk mereka, datang dan pergi seseorang didalam kehidupannya hanya sebuah alur yang memang dijalani dengan begitu saja tanpa harus mencegahnya.. tapi untukku, datang dan pergi seseorang dalam kehidupanku sangatlah sakit.. entah apa karna aku yang takssanggup menghadapi kenyataan dimana hari aku tak bisa bersama lagi dan menjalaninya kembali dengan langkah yang sunyi

begitupula ketika kamu datang dalam kehidupanku. kamu, membawa warna warni kehidupan. kamu, sosok pria yang memiliki suara dan tawa yang khas. kamu yang aku yakini akan tetap tinggal disini bersamaku sampai kapanpun itu. sejak kamu hadir, kamu yang selalu aku harapkan berada disini. kamu, kini menjadi prioritas utamaku dan dapat mengalahkan segala hal. kamu, alasan satu - satunya aku tetap bertahan dan terus berjuang di dalam pahitnya dunia ini. dan kamu, alasan aku dapat tertawa bahkan sedih.

kamu, aku berusaha mati - matian untukmu agar tak merasakan apa itu sakit. kamu, aku berusaha mati - matian untukmu menjadi yang terbaik. kamu, aku berusaha mati - matian untuk membuatmu selalu bahagia. dan kamu, aku berusaha mati - matian  untuk mengerti semua tentang kamu..

karena awalnya aku kira kamu tak akan membiarkan siapapun datang untuk memberiku luka. awalnya akukira kamu datang untuk menggantikan semua tangis yang telah kukeluarkan karna pahit luka yang belum pernah bisa mengering. kamu, yang awalnya aku kira datang dan memberikanku sedikit kebahagiaan dalam hidup.

ternyata semua tak berjalan dengan keinginanku. kamu datang dengan berjuta harapan yang dengan gampangnya kamu hancurkan. kamu datang dengan dengan pelangi yang tak kunjung meredakan hujan didalamnya.

bila memang, kamu tak ingin bersamaku, tolong bicaralah.. tak usah pikirkan semua perasaanku, bila memang kamu ingin pergi dari hidupku, tolonglah tak perlu bersikap manis yang membuatku berat melepaskanmu. kamu, pria yang ku harap akan terus menemani ku.. bila memang kita sudah tak lagi satu hati, aku siap untuk menerimanya. bila kamu dan aku harus berhenti disini, aku ikhlas. dan bila kamu ingin pergi, tolong jangan pernah kembali. hati ini, sudah cukup rapuh untuk disakiti kembali. karna luka lamaku, yang sempat kamu tutup kini terluka lebih parah.





Jumat, 04 April 2014

untuk kamu, lelaki yang kupercaya dari masa depan.

Dimalam itu, kamu datang dengan membawakan sebuah bingkisan buah tangan untukku. buah tangan yang membuat aku dan kamu bertemu dengan pertama kalinya. dan di pertemuan pertama itu, aku tak bisa mengucapkan banyak kata - kata didepanmu. aku hanya bisa diam dan tersenyum dan mengucapkan "Terimakasih ya om pak boss" teringat sekali didalam ingatanku bagaimana mimik kagetmu ketika aku memanggilmu degan sebutan itu..

kamu, seorang lelaki sudah sangat berhasil merebut hati aku.. merebut semua perhatianku yang saat itu, aku sudah tak ada lagi alasan untuk bertahan tuk menetap dikota ini, kota persinggahanku yang membuatku mengenal kamu, pria yang berumur satu tahun dibawahku yang sangat berhasil menyita seluruh ingatanku..

hingga dimalam itu, malam ke duapuluh dibulan januari awal tahun dua ribu empat belas ini tepat pukul setengah sepuluh kamu menyatakan semua perasaanmu tepat di mushalla dekat tempat tinggalku yang berada dikota ini. kamu, untuk kedua kalinya berhasil membuatkku tak bisa berkata apapun lagi. dengan semua caramu, cara mencurahkan perasaanmu kepadaku.. sebuah toples kecil bertutup dan bertali merah dan berisikan kertas origami berbentuk bintak berwarna warni, serta dua pertanyaan yang kamu ajukan kepadaku dan tulisan yang kamu torehkan di tangan kanan dan kirimu.. sungguh, caramu membuatku merasa begitu istimewa..

dan sejak malam ke dua puluh di bulan januari itu, kamu dan aku memulai untuk menjalani hubungan itu.. hubungan yang sangat aku harapakan akan terus berjalan sampai nanti, sampai kamu dan aku mengikrarkan janji suci itu didepan para saksi dan penghulu serta didepan kedua orang tuaku..

kamu, seorang lelaki yang sangat unik.. lelaki yang aku tunggu tunggu kehadirannya.. lelaki yang selalu saja berhasil meredam amarahku dengan sekejap. hingga waktu terus berjalan dan saat itu pun tiba...

saat dimana kamu akan menggapai cita - cita kamu..dan disaat itu aku tak pernah punya pertahanan yang cukup kuat untuk berada disini.. dan aku, menyegerakan untuk pergi dari kota ini, dan menjalani hal yang sama seoerti kamu... ya, pulang dan mengejar cita - citaku yg sempat tertunda..

mungkin masih jauh memang perjalanan aku dengan kamu untuk sampai tahap mengikrarkan janji suci itu, tapi.... aku mohon, kamu tetap disini, tetap setia untuk menjaga hati ini. menjaga apa yang sudah kita jalani ini.. aku, sangat yakin terhadapmu lelaki masa depanku.. aku yakin, kita akan bisa terus bersama hingga pada saatnya nanti, pada saat aku dan kamu bisa hidup bersama..

Jumat, 21 Maret 2014

Tentang Rasa

Kesepian. Aku rasa aku sudah sangat akrab dengan temanku yang bernama kesepian. Tak lagi asing rasanya bila kesepian selalu saja setia bersamaku. Tak memandang waktu, dia sekalu datang di kala suasana hatiku senang maupun sedih. Ingin rasanya aku menambah nama teman, dan tak hanya kesepian yg menjadi temanku. Tapi, apalah daya. Aku hanya mengenal salah satu dari mereka. Si kebahagiaan, sosok yg kukenal baik dan selalu ceria. Tapi entah, kebahagiaan enggan untuk mengakrabkan diri kepadaku. Tak seperti kesepian yang selalu saja hadir tanpa kenal dengan lelah.

Hingga pada saat yang tak pernah ku duga, kamu hadir. Seorang manusia berjenis kelamin pria datang menghampiriku. Kamu berhasil untuk membuat kesepian tak lagi masuk dalam sela hidupku. Tapi.... Semenjak kesepian itu hilang dari kehidupanku... Mengapa si ketakutan datang menhampiri dengan seluruh teman temannya.

Ya, ketakutan datang dengan takut akan kehilangan, takut akan sakit bahkan takut akan semua hal yang berhubungan dengan kau bila kamu tak dapat lagi berada disini. Disisiku. aku tak pernah mendapatkan cara yang jitu untuk menghilangkan semua ketakutan ini. Rasanya tak ingin lagi aku berteman dengan ketakutan ini bahkan aku juga tak ingin bila sang kesepian datang lagi dan menjadi sahabat kembali kepadaku...
Aku, ingin bertahan dengan kamu. Pria yang selalu saja disisi tanpa pernah aku memintanya. Kamu, aku tak menginginkan apapub lagi selain kamu. Kamu, sumber kekuatan hebat untukku. Tolong, kamu selalu disini disampingku hingga waktu pun tak dapat mendefinisikan.
Dari aku, yg selalu saja mengharapkanmu.

Jumat, 14 Maret 2014

Rahasia

setiap orang yang datang kedalam buku kecilku memiliki berbagai cara untuk memberikanku sebuah semangat yang tanpa batas. Mereka memiliki caranya sendiri untuk membuatku seperti memiliki semangat menjalani hari - hari esok. Mereka yang tak pernah menyerah untuk selalu memberikanku tawa yang sangat lepas.. dan mereka juga yang sedia untuk menghapuskan air mataku bila sudah tak dapat kutampung dalam pelupuk mataku..

waktu terus berjalan, dan hingga sampai pada saat yang tak pernah aku inginkan.. perjumpaan itu harus berakhir. pertemuan dengan orang - orang yang tak pernah membiarkanku merasakan sendiri didalamdunia ini.. sempat inginku bantah tentang pertemuan yang akan berujung dengan perpisahan.. tetapi, ternyata hukum alam tersebut berlaku terhadapku.. dan aku tak pernah bisa membantahnya..

mereka yang memutuskan untuk pergi dari kehidupanku pun memilih dengan caranya sendiri.. berbagai cerita pagit
dalam kepergian mereka telah aku alami.. mereka.. pergi satu per satu tanpa pernah bisa berjanji akan kembali untuk mengisi lembaran yang pernah mereka tinggalkan.. aku tak memiliki kuasa penuh untuk tetap menahan mereka tuk tetap berada disini..

mungkin mereka lelah untuk memberikanku semangat di setiap detiknya.. mungkin mereka sudah menemukan orang yg menurut mereka lebih panas untuk mendapatkan semangat dan kebahagiaan dari mereka. dan tak menutup kemungkinan tentang mereka yg berada di titik jenuh teratas untuk terus bersedia menemaniku..

dan kini aku sendiri.. duduk terdiam dalam ruang yang gelap pekat, toh aku berada disini pun tak aka ada yang mencariku.. apalah aku ini tanpa mereka yang selalu saja mengisi hari hariku disetiap detiknya.. detikku berharga sangat berharga.. aku ingin hidup.. normal seperti mereka, tanpa harus merasakan sakit teramat bila monster itu datang terhadapku..kepala ku seakan ingin pecah bila monster itu menyeruak ingin keluar dari tempatnya atau bahkan moster itu ingin menambah populasinya didalam kepalaku..

dan sampai akhirnya, kamu... datang untuk mengisi lembar kosong yang tak pernah terisi sejak mereka pergi.. kamu yang selalu saja membuatku tertawa, bahagia walaupun aku tak pernah menceritakan bagaimana kondisiku sebenarnya.. aku tak pernah ingin kamu, pergi meninggalkanku layaknya mereka yg sudah pergi dan tak kunjung kembali walau hanya sekedar tegur sapa.. mungkin memang, aku tak seharusnya menceritakan apa yang sedang aku alami, agar kamu... selalu berada di dalam buku kecilku.. buku kecil yg tak lama lagi tak dapat terisi.. karena pemiliknya...aku, akan bertemu dengan kehidupan kedua yang abadi...


Senin, 10 Maret 2014

Tentang Kamu, Pangeran (part2)

aku sudah menjadi bagian di dalam sebuah barang elektronikmu yang cukup canggih itu.. ya, aku menjadi salah satu daftar teman di dalam akunmu.. setelah itu... seperti halnya jalan tol, yang lurus.. kamu, pangeran semakin dekat jaraknya dengan ku.. hingga pada akhirnya, di malam pergantian tahun.. kamu memintaku untuk menjadi seseorang yang spesial dihatimu.. 

ah entahlah, pangeran.. kamu tengah berhasil membuatku kaget dengan perkataanmu itu... dengan menyebut namaku dan diakhiri dengan kalimat permintaan mu untuk menjadi bagian dari hatimu... dan di tengah keramaian hiruk pikuknya masyarakat kota ini yang hanya sekedar menikmati riuhnya kembang api ataupun hanya merasakan euforia malam pergantian tahun.. aku, menjawab pertanyaanmu dengan sepenuh hati dan berjuta kepingan bahagia didalamnya... aku bersedia pangeran, menjadi bagian penting di hidupmu... dan disitu, aku ingin menjadi perempuan yang terakhir yang mengisi hatimu...

hari berganti hari... hingga pada saat itu, kamu dan aku harus terpisah akan jarak... ya, kamu dan aku harus pulang ke kota asal masing - masing.. ketakutanku, muncul akan kerenggangan hubungan kita yang benar benar baru seumur jagung... dan kamu pangeran, berhasil meyakinkan hati yang penuh dengan keraguan ini.. kamu dan aku, kita menjalankan hari - hari seperti biasanya di tempat berbeda.. tanpa bertatap muka selama liburan semester ini...

hingga pada akhirnya... keraguanku muncul.. ketakutanku menghampiri.. bahkan, semua kata - katamu yang dulu meyakinkanku, kini benar benar hilang... ya, kamu dan aku... kita tak lagi berkomunikasi seperti biasanya... ketakutanku yang sering ku tepis dengan semua kata - katamu itu.. nyatanya, tak lagi menjadi obat yang ampuh untuk menjadi penenang hatiku...

hingga saat itu tiba, kamu... memutuskan untuk mengakhiri kita dengan alasan yang menurutku.... itu tidak dapat diterima... kamu dengan seluruh alasanmu untuk mengakhiri semua yang telah terjalin, berhasil membuatku sangat kecewa... pangeran, dimanakah janji yang telah kau ucapkan ketika itu... apakah kamu berhasil dengan mudahnya untuk melupakan semua itu? ataukah memang ada wanita lain yang tak bisa kamu lupakan dibalik ini semua? banyak tanya muncul didalam benakku pangeran...

hingga saat itu tiba... saat dimana aku mengetahui bahwa aku... perempuan baru yang berhasil mencuri hati mu dengan waktu yang singkat, kalah dengan dia.. perempuan yang sudah lama kamu kenal, yang lebih banyak memiliki kenangan, dan kamu... kembali dengan kenangan itu, kembali dengan perempuan beserta kenangan yang dibawa olehnya.. sementara aku? terdiam, duduk manis melihatmu bisa tertawa kembali dengan dia - perempuan - dengan - sejuta - kenangan.

#tamat

Satu bukan dua atau tiga.

menginginkan menjadi satu - satunya.... di hati... seseorang.. aku rasa itu merupakan salah satu keinginan yang sama dengan berjuta - juta jiwa yang ada di muka bumi... Ya, menjadi satu - satunya di hati seseorag yang sangat dikagumi, disayangi, bahkan di cintai.. Apakah salah tentang keinginanku? Tentang aku, seorang gadis mungil yang menginginkan pangeran pujaannya, menempatkan di posisi yang teramat istimewa - di hatinya.

Sepertinya, keinginanku terwujud dengan bergulirnya waktu.. Bahagia. ya, itu yang aku rasakan.. bila ada kata yang lebih indah selain itu, kata yang lebih menyenangkan... Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkannya..... tetapi, mengapa itu semua hanya sesaat.... tiba saatnya, aku mengetahui satu hal. hal yang kutakutkan.. hal yang tak pernah ingin ku alami, bahkan untuk mengetahui seperti apa rasanya pun aku tak pernah membayangkannya... ya, bukan hanya aku yang menjadi gadis mungil istimewa di hatimu.. tetapi, ada gadis yang lainnya, yang berhasil menyelusup dan berdiam disana... yang entah, tempatnya siapa yang lebih istimewa... gadis itu, ataukah aku?

Lantas inikah kejadian yang pernah tergambar oleh sebuah lirik lagu beberapa tahun yang lalu? ya, sepenggal lirik yang aku ingat karya dari Iwan Fals yang menyebutkan didalamnya "jangan pernah memilih, aku bukan pilihan" . aku rasa benar, akan halnya lirik itu.. setiap orang bukanlah pilihan, setiap orang ingin menjadi satu - satunya.. lantas mengapa masih banyak yang menjadikan orang yang menyayanginya... menjadi sebuah pilihan.. ya, seperti halya mobil yang memiliki "serep" yang berarti cadangan.. apakah orang sama halnya dengan barang? sama dapat dijadikan cadangan?

beberapa orang mengatakan bahwa, ketika seseorang mengambil keputusan untuk menjadikan orang lain pilihan, itu mengartikan orang tersebut sudah berada di dalam titik jenuh... ah, rasanya itu tidak adil.. ya, aku mempertahankan kamu untuk menjadi satu - satunya... lalu kamu? menjadikan aku salah satunya.

pangeran, aku rasa kamu harus mengetahui tentang ini... tentang aku, kamu juga hatiku.. sampai saat ini, aku berhasil menjadikan mu satu - satunya yang istimewa didalam hatiku.. walaupun kamu, masih saja menempatkanku pada entah posisi keberapa dalam hatimu.. menempatkan ku sama dengan gadis lainnya...

entahlah, aku harus sampai kapan bertahan dengan posisi seperti ini, posisi dimana aku menjadi sebuah pilihan hatimu.. apakah aku harus melepaskanmu, dan membiarkan kamu dengan mereka? mereka yang menurutku... lebih penting keberadaannya dibandingkan denganku..dan aku? hilang... dari hidupmu,tanpa bekas sedikitpun...

No Name

Berlari sendiri tanpa henti untuk mencari persinggahan terakhir tempatku berlabuh.. tetapi, mengapa selalu seperti ini alur dalam pencarianku..  merasa sendiri dikala sulit.. merasa sepi dikala riuh.. berlari tanpa arah mencari pelabuhan terakhirku.. menetapkan tujuan yang pada akhirnya harus berputar arah karna kekecewaan...

mengapa tak ada satupun yang sudi menghapus air mataku disaat aku tak dapat menampungnya.. mengapa tak ada yang sudi meminjamkan bahu untuk menopang kepalaku sebentar saja.. atau hanya membagi sedikit keceriaannya kepadaku untuk merasaka manisnya hidup.. Dimanakah letak kesalahanku, hingga pada akhirnya aku harus bertemu dengan gelapnya kehidupan yang fana ini..

salahkah bila aku ingin mencicipi sepercik kehidupan yang berujung dengan tawa bahagia... ataukah memang, aku tidak diperbolehkan merasakan kesenangan terlebih dahulu? lalu kapan senyum kebahagiaan itu datang menghampiriku.. letih rasanya jika harus selalu mencicipi pahit akan hidup ini..

Tuhan, aku percaya... Engkau Maha Adil.. tolong, berikan aku pelukan hangatmu jika memang itu cara untukku merasakan kebahagiaan yang mendalam.. Tuhan, bila memang aku belum diizinkan oleh - Mu untuk mencicipi manisnya hidup.. berikan aku sejuta kesabaran untuk melalui semua ini. Aku yakin, Engkau bersamaku.. didalam hatiku, yang tak pernah Engkau tinggalkan sedikitpun.

Minggu, 19 Januari 2014

tentang kamu, Pangeran

pagi itu... pagi dimana aku dengan teman - temanku harus datang lebih pagi dari biasanya untuk merayakan ulang tahun jurusan yang sedang aku geluti... dan situ pula aku melihat kamu untuk pertama kalinya.. entahlah, kamu begitu menyita perhatianku, hingga aku tak ingin berpindah tempat dari tempatku sekarang.. tempat dimana aku dapat melihatmu secara leluasa... kamu.. dan temanmu, sebagai pemandu dari acara tersebut.. aku juga mencari tahu tentang kamu, pangeran tanpa nama..
aku hanya dapat terpaku ketika kamu menorehkan senyum manismu itu.. entahlah, hati ini semakin terkait olehmu.. dan sejak itu, aku ingin mengetahui segala tentang kamu, pangeran - tanpa - nama.

aku tengah menanti dimana teman - teman mu memanggil namamu, dan hingga saatnya, aku mengetahui namamu pangeran.. entah, aku cukup terkejut dengan nama yang kamu miliki, nama itu... nama itu telah lama terkubur dalam - dalam  dan hingga sekarang tak pernah lagi terdengar olehku.. entah lah hanya dengan sepenggal nama aku harus mencari tahu tentangmu.. entah ini dinamakan dengan hanya pengagum atau apapun itu sebutannya, tapi sungguh... yang sedang aku rasakan ini bukanlah hal yang seperti itu...

hingga akhirnya aku menemukan salah satu akun yang kamu miliki pangeran, akan tetapi.... itu tak membuatku cukup untuk sampai disitu.. hingga akhirnya aku harus menjalani rutinitasku sebagai mahasiswi dan hal tersebut merupakan hal yang paling kutunggu.. ya, karna dengan begitu aku mungkin saja dapat bertemu dengan kamu, pangeran.. tetapi, harapku tak kunjung nyata..

kamu, pangeran.. tak pernah terlihat lagi di sekitar kampus ini.. aku juga tak mengerti kenapa kamu dengan tiba - tiba seperti menghilang.. aku tak pernah memahami kenapa harus aku dan kamu bertemu dan tak dapat lagi melihat senyum yang sering kau torehkan itu.. niat untuk menyapamu aku kubur dalam - dalam pangeran.. keberanianku akan hal tersebut tak pernah terkumpul bahkan tak pernah ada sebersitpun keberanianku akan memanggil namamu ketika aku sedang berjalan di dekatmu..

akun mu sudah aku ketahui, tetapi, kamu tak merespon akunku.. iya, kamu tidak mem-follow akun ku.. hingga sampai saat itu aku menyerah untuk mencari tahu tentangmu pangeran.. aku sudah tak tahu lagi harus lewat mana aku bisa menjadi temanmu.. aku tak berharap lebih padamu pangeran, dengan kamu mengetahui namaku saja, aku mungkin bahagia sekali.. hingga suatu ketika... aku menemukan akunmu dan aku me- add akun mu di alah satu media sosial lainnya.. dan akhirnya, kamu membiarkan aku untuk menjadi salah satu friend list didalam akun mu...

#bersambung

Kamis, 09 Januari 2014

Kotak dan Kamu

sebuah kotak yang ku beri nama kenangan itu terlihat lebih kusam dari biasanya... membuat aku ingin membuka kotak tersebut dan sedikit merapihkannya.. tetapi.. ada rasa takut bahkan rasa sesak yang ku rasakan hingga tak dapat untuk bernafas seperti biasanya.. entah rasa apa ini. aku tak mengerti, mengapa takut yang aku rasakan sangat berlebihan.. apakah karena ini kotak yang memang sudah lama aku biarkan berdiam disudut hati da tak pernah menyentuhnya.. atau karna ketakutan akan menginginkan hal itu kembali terjadi..

entahlah.. ketika aku membersihkan debu yang melekat pada kotak itu, hembusan nafasku pun ikut tak beraturan.. perlahan membuka kotak tersebut... ketika itu pula, semua yang telah terjadi berada tepat dihadapanku... tak ada satupun kenangan terlewatkan akan kotak ini.. dan ketika aku dihadapkan dengan kenangan itu.. ya, kenangan akan kamu.. sosok pria yang tak pernah aku jumpai lagi sampai saat ini..

tak ada sedetik pun yang terlewat akan kotak ini tentangmu.. berawal dari sebuah pertanyaan bodoh dariku.. ya, saat itu aku hanyalah seorang anak kelas 1 SMP kepada sosok pria yang lebih tua 2 tahun dari dirinya.. seorang gadis kecil yang mencoba menarik perhatian dari pria yang menurutnya tengah menarik hati.. ya, pria itu bernama Luthfi yang kerap dipanggil dengan sebutan Upi di lingkungan sepermainannya.. sosok pria yang memiliki warna kulit sawo matang dan memiliki senyuman yang sangat menarik hati. ya, menurutku senyumannya memang sangat menarik hati.. entahlah, sampai saat ini masih tergambar jelas didalam memoriku tentang senyumnya..

kotak kenangan ini merekam semua tentang kamu, dan tentang kita... kita yang memiliki harapan dan sebuah impian yang menurutku itu sangat konyol. aku berkata konyol, mungkin karena usiaku dengannya masih sangat muda memiliki impian itu.. sampai akhirnya, aku dan kamu harus terpisahkan akan jarak.. jarak yang menurut aku... itu teramatlah jauh..

kotak yang ku namakan dengan kenangan ini pun masih merekam jelas detik - detik dimana kamu berjanji kepadaku sebelum kamu harus pergi meninggalkanku juga semua kenangan yang ada di kota ini... saat itu, kamu berjanji kamu tak akan putus komunikasi denganku, kamu juga mengucapkan janji setia itu.. janji akan menjaga mata hingga hati kamu di kota orang sana.. kamu juga berjanji akan terus mengunjungiku setiap bulannya... hingga tak terasa aku melepaskanmu dengan rintikkan air mata yang sudah tak dapat lagi di tampung dengan pelupuk mataku..

kotak yang tengah usang ini pun tak menghapus dimana kamu selalu memberikanku bunga mawar merah tepat pada tanggal istimewa kita.. ya, tanggal 5 September... semuanya begitu indah berjalan didepan mataku kini... hingga saat itu.. saat yang memang tak ingin aku alami.. yang kupikir kotak ini pun sudah menghapusnya ataumungkin telah membuangnya jauh - jauh...

kotak ini, benar - benar membuatku menitikan air mata kembali.. ya, disaat hari itu.. hari dimana aku menghadapi hari terakhir ujian nasional saat aku duduk di bangku SMP.. yang seharusnya itu merupakan hari yang menurutku menyenangkan.. karena kamu, akan datang ke kota ini.. dan akan membawa aku untuk berlibur di sana.. di kota kembang yang menjadi kotamu saat ini..

tapi takdir berkata lain... pada saat itu, bukan kamu yang menjemputku di sekolahku.. tetapi.... kakak aku, yang sekaligus menjadi teman lamamu yang berdiri didepan gerbang sekolahku.. berdiri dengan kemeja hitam di siang hari ini.. saat aku menanyakanmu... aku hanya diminta untuk diam dan mengikuti perintahnya, pinta kakak ku yang tiba - tiba saja pada hari itu terlihat murung.. aku tak memiliki kecurigaan apapun pada saat itu.. hingga akhirnya, mobil yang dikendarai oleh kakakku itu berjalan ke arah rumah kamu.. iya, kerumah upi..

terdapat bendera yang melambangkan seseorang telah pergi untuk selama - lamanya diujung gang rumahmu... mobilku diparkir diujung gang, dikarenakan sudah banyak sekali orang - orang yang menurutku tengah melayat ke rumah dari sipemilik bendera tersebut.. tak ada sebersitpun siapa pemilik bendera tersebut hingga akhirnya, aku diam, terpaku, dan tak dapat berkata sepatah katapun.. aku hanya terus berdoa, bukan kamu pemilik bendera tersebut.. hingga akhirnya aku melihat kamu, terbujur kaku di ruang keluarga. ruangan yang menjadi tempat favorit kamu, aku, kakakku, bahkan kedua orang tua aku dan kamu berkumpul dan saling bertukar cerita.. dan ruang ini yang aku dengar hanyalah isakan tangis dari semua orang yang menyayangimu...

kotak usang ini, membuatku kembali merasakannya.. merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang tak pernah terpikirkan akan pergi secepat itu..
ingin aku cepat - cepat menutup kotak ini kembali dan merapihkan semuanya agar tak lagi terekam oleh otakku.. tapi. rasa akan rindu itu muncul... rindu akan raut muka yang kamu miliki.. bahkan suaramu yang khas itu membuatku ingin mendengarnya lagi dan lagi..

kamu.. Muhammad Luthfi Wicaksana lahir di Jakarta, 8 May 1993 dan pergi dengan tenang pada Kamis, 1 April 2010 pukul 09.00 WIB

kamu, masih jadi sosok lelaki yang hebat dihidup aku sampai sekarang.

kotak ini, kotak penuh dengan kenangan tentang kamu, tentang kita.. tanggal istimewa itu pun terekam jelas di dalam kotak ini.. ya, 5 September 2007 dan sampai akhirnya kamu dan aku harus dipisahkan oleh takdir yang tak bisa diubah.. takdir itu diberi nama dengan.. Kematian..