Minggu, 19 Januari 2014

tentang kamu, Pangeran

pagi itu... pagi dimana aku dengan teman - temanku harus datang lebih pagi dari biasanya untuk merayakan ulang tahun jurusan yang sedang aku geluti... dan situ pula aku melihat kamu untuk pertama kalinya.. entahlah, kamu begitu menyita perhatianku, hingga aku tak ingin berpindah tempat dari tempatku sekarang.. tempat dimana aku dapat melihatmu secara leluasa... kamu.. dan temanmu, sebagai pemandu dari acara tersebut.. aku juga mencari tahu tentang kamu, pangeran tanpa nama..
aku hanya dapat terpaku ketika kamu menorehkan senyum manismu itu.. entahlah, hati ini semakin terkait olehmu.. dan sejak itu, aku ingin mengetahui segala tentang kamu, pangeran - tanpa - nama.

aku tengah menanti dimana teman - teman mu memanggil namamu, dan hingga saatnya, aku mengetahui namamu pangeran.. entah, aku cukup terkejut dengan nama yang kamu miliki, nama itu... nama itu telah lama terkubur dalam - dalam  dan hingga sekarang tak pernah lagi terdengar olehku.. entah lah hanya dengan sepenggal nama aku harus mencari tahu tentangmu.. entah ini dinamakan dengan hanya pengagum atau apapun itu sebutannya, tapi sungguh... yang sedang aku rasakan ini bukanlah hal yang seperti itu...

hingga akhirnya aku menemukan salah satu akun yang kamu miliki pangeran, akan tetapi.... itu tak membuatku cukup untuk sampai disitu.. hingga akhirnya aku harus menjalani rutinitasku sebagai mahasiswi dan hal tersebut merupakan hal yang paling kutunggu.. ya, karna dengan begitu aku mungkin saja dapat bertemu dengan kamu, pangeran.. tetapi, harapku tak kunjung nyata..

kamu, pangeran.. tak pernah terlihat lagi di sekitar kampus ini.. aku juga tak mengerti kenapa kamu dengan tiba - tiba seperti menghilang.. aku tak pernah memahami kenapa harus aku dan kamu bertemu dan tak dapat lagi melihat senyum yang sering kau torehkan itu.. niat untuk menyapamu aku kubur dalam - dalam pangeran.. keberanianku akan hal tersebut tak pernah terkumpul bahkan tak pernah ada sebersitpun keberanianku akan memanggil namamu ketika aku sedang berjalan di dekatmu..

akun mu sudah aku ketahui, tetapi, kamu tak merespon akunku.. iya, kamu tidak mem-follow akun ku.. hingga sampai saat itu aku menyerah untuk mencari tahu tentangmu pangeran.. aku sudah tak tahu lagi harus lewat mana aku bisa menjadi temanmu.. aku tak berharap lebih padamu pangeran, dengan kamu mengetahui namaku saja, aku mungkin bahagia sekali.. hingga suatu ketika... aku menemukan akunmu dan aku me- add akun mu di alah satu media sosial lainnya.. dan akhirnya, kamu membiarkan aku untuk menjadi salah satu friend list didalam akun mu...

#bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar