Jumat, 21 Maret 2014

Tentang Rasa

Kesepian. Aku rasa aku sudah sangat akrab dengan temanku yang bernama kesepian. Tak lagi asing rasanya bila kesepian selalu saja setia bersamaku. Tak memandang waktu, dia sekalu datang di kala suasana hatiku senang maupun sedih. Ingin rasanya aku menambah nama teman, dan tak hanya kesepian yg menjadi temanku. Tapi, apalah daya. Aku hanya mengenal salah satu dari mereka. Si kebahagiaan, sosok yg kukenal baik dan selalu ceria. Tapi entah, kebahagiaan enggan untuk mengakrabkan diri kepadaku. Tak seperti kesepian yang selalu saja hadir tanpa kenal dengan lelah.

Hingga pada saat yang tak pernah ku duga, kamu hadir. Seorang manusia berjenis kelamin pria datang menghampiriku. Kamu berhasil untuk membuat kesepian tak lagi masuk dalam sela hidupku. Tapi.... Semenjak kesepian itu hilang dari kehidupanku... Mengapa si ketakutan datang menhampiri dengan seluruh teman temannya.

Ya, ketakutan datang dengan takut akan kehilangan, takut akan sakit bahkan takut akan semua hal yang berhubungan dengan kau bila kamu tak dapat lagi berada disini. Disisiku. aku tak pernah mendapatkan cara yang jitu untuk menghilangkan semua ketakutan ini. Rasanya tak ingin lagi aku berteman dengan ketakutan ini bahkan aku juga tak ingin bila sang kesepian datang lagi dan menjadi sahabat kembali kepadaku...
Aku, ingin bertahan dengan kamu. Pria yang selalu saja disisi tanpa pernah aku memintanya. Kamu, aku tak menginginkan apapub lagi selain kamu. Kamu, sumber kekuatan hebat untukku. Tolong, kamu selalu disini disampingku hingga waktu pun tak dapat mendefinisikan.
Dari aku, yg selalu saja mengharapkanmu.

Jumat, 14 Maret 2014

Rahasia

setiap orang yang datang kedalam buku kecilku memiliki berbagai cara untuk memberikanku sebuah semangat yang tanpa batas. Mereka memiliki caranya sendiri untuk membuatku seperti memiliki semangat menjalani hari - hari esok. Mereka yang tak pernah menyerah untuk selalu memberikanku tawa yang sangat lepas.. dan mereka juga yang sedia untuk menghapuskan air mataku bila sudah tak dapat kutampung dalam pelupuk mataku..

waktu terus berjalan, dan hingga sampai pada saat yang tak pernah aku inginkan.. perjumpaan itu harus berakhir. pertemuan dengan orang - orang yang tak pernah membiarkanku merasakan sendiri didalamdunia ini.. sempat inginku bantah tentang pertemuan yang akan berujung dengan perpisahan.. tetapi, ternyata hukum alam tersebut berlaku terhadapku.. dan aku tak pernah bisa membantahnya..

mereka yang memutuskan untuk pergi dari kehidupanku pun memilih dengan caranya sendiri.. berbagai cerita pagit
dalam kepergian mereka telah aku alami.. mereka.. pergi satu per satu tanpa pernah bisa berjanji akan kembali untuk mengisi lembaran yang pernah mereka tinggalkan.. aku tak memiliki kuasa penuh untuk tetap menahan mereka tuk tetap berada disini..

mungkin mereka lelah untuk memberikanku semangat di setiap detiknya.. mungkin mereka sudah menemukan orang yg menurut mereka lebih panas untuk mendapatkan semangat dan kebahagiaan dari mereka. dan tak menutup kemungkinan tentang mereka yg berada di titik jenuh teratas untuk terus bersedia menemaniku..

dan kini aku sendiri.. duduk terdiam dalam ruang yang gelap pekat, toh aku berada disini pun tak aka ada yang mencariku.. apalah aku ini tanpa mereka yang selalu saja mengisi hari hariku disetiap detiknya.. detikku berharga sangat berharga.. aku ingin hidup.. normal seperti mereka, tanpa harus merasakan sakit teramat bila monster itu datang terhadapku..kepala ku seakan ingin pecah bila monster itu menyeruak ingin keluar dari tempatnya atau bahkan moster itu ingin menambah populasinya didalam kepalaku..

dan sampai akhirnya, kamu... datang untuk mengisi lembar kosong yang tak pernah terisi sejak mereka pergi.. kamu yang selalu saja membuatku tertawa, bahagia walaupun aku tak pernah menceritakan bagaimana kondisiku sebenarnya.. aku tak pernah ingin kamu, pergi meninggalkanku layaknya mereka yg sudah pergi dan tak kunjung kembali walau hanya sekedar tegur sapa.. mungkin memang, aku tak seharusnya menceritakan apa yang sedang aku alami, agar kamu... selalu berada di dalam buku kecilku.. buku kecil yg tak lama lagi tak dapat terisi.. karena pemiliknya...aku, akan bertemu dengan kehidupan kedua yang abadi...


Senin, 10 Maret 2014

Tentang Kamu, Pangeran (part2)

aku sudah menjadi bagian di dalam sebuah barang elektronikmu yang cukup canggih itu.. ya, aku menjadi salah satu daftar teman di dalam akunmu.. setelah itu... seperti halnya jalan tol, yang lurus.. kamu, pangeran semakin dekat jaraknya dengan ku.. hingga pada akhirnya, di malam pergantian tahun.. kamu memintaku untuk menjadi seseorang yang spesial dihatimu.. 

ah entahlah, pangeran.. kamu tengah berhasil membuatku kaget dengan perkataanmu itu... dengan menyebut namaku dan diakhiri dengan kalimat permintaan mu untuk menjadi bagian dari hatimu... dan di tengah keramaian hiruk pikuknya masyarakat kota ini yang hanya sekedar menikmati riuhnya kembang api ataupun hanya merasakan euforia malam pergantian tahun.. aku, menjawab pertanyaanmu dengan sepenuh hati dan berjuta kepingan bahagia didalamnya... aku bersedia pangeran, menjadi bagian penting di hidupmu... dan disitu, aku ingin menjadi perempuan yang terakhir yang mengisi hatimu...

hari berganti hari... hingga pada saat itu, kamu dan aku harus terpisah akan jarak... ya, kamu dan aku harus pulang ke kota asal masing - masing.. ketakutanku, muncul akan kerenggangan hubungan kita yang benar benar baru seumur jagung... dan kamu pangeran, berhasil meyakinkan hati yang penuh dengan keraguan ini.. kamu dan aku, kita menjalankan hari - hari seperti biasanya di tempat berbeda.. tanpa bertatap muka selama liburan semester ini...

hingga pada akhirnya... keraguanku muncul.. ketakutanku menghampiri.. bahkan, semua kata - katamu yang dulu meyakinkanku, kini benar benar hilang... ya, kamu dan aku... kita tak lagi berkomunikasi seperti biasanya... ketakutanku yang sering ku tepis dengan semua kata - katamu itu.. nyatanya, tak lagi menjadi obat yang ampuh untuk menjadi penenang hatiku...

hingga saat itu tiba, kamu... memutuskan untuk mengakhiri kita dengan alasan yang menurutku.... itu tidak dapat diterima... kamu dengan seluruh alasanmu untuk mengakhiri semua yang telah terjalin, berhasil membuatku sangat kecewa... pangeran, dimanakah janji yang telah kau ucapkan ketika itu... apakah kamu berhasil dengan mudahnya untuk melupakan semua itu? ataukah memang ada wanita lain yang tak bisa kamu lupakan dibalik ini semua? banyak tanya muncul didalam benakku pangeran...

hingga saat itu tiba... saat dimana aku mengetahui bahwa aku... perempuan baru yang berhasil mencuri hati mu dengan waktu yang singkat, kalah dengan dia.. perempuan yang sudah lama kamu kenal, yang lebih banyak memiliki kenangan, dan kamu... kembali dengan kenangan itu, kembali dengan perempuan beserta kenangan yang dibawa olehnya.. sementara aku? terdiam, duduk manis melihatmu bisa tertawa kembali dengan dia - perempuan - dengan - sejuta - kenangan.

#tamat

Satu bukan dua atau tiga.

menginginkan menjadi satu - satunya.... di hati... seseorang.. aku rasa itu merupakan salah satu keinginan yang sama dengan berjuta - juta jiwa yang ada di muka bumi... Ya, menjadi satu - satunya di hati seseorag yang sangat dikagumi, disayangi, bahkan di cintai.. Apakah salah tentang keinginanku? Tentang aku, seorang gadis mungil yang menginginkan pangeran pujaannya, menempatkan di posisi yang teramat istimewa - di hatinya.

Sepertinya, keinginanku terwujud dengan bergulirnya waktu.. Bahagia. ya, itu yang aku rasakan.. bila ada kata yang lebih indah selain itu, kata yang lebih menyenangkan... Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkannya..... tetapi, mengapa itu semua hanya sesaat.... tiba saatnya, aku mengetahui satu hal. hal yang kutakutkan.. hal yang tak pernah ingin ku alami, bahkan untuk mengetahui seperti apa rasanya pun aku tak pernah membayangkannya... ya, bukan hanya aku yang menjadi gadis mungil istimewa di hatimu.. tetapi, ada gadis yang lainnya, yang berhasil menyelusup dan berdiam disana... yang entah, tempatnya siapa yang lebih istimewa... gadis itu, ataukah aku?

Lantas inikah kejadian yang pernah tergambar oleh sebuah lirik lagu beberapa tahun yang lalu? ya, sepenggal lirik yang aku ingat karya dari Iwan Fals yang menyebutkan didalamnya "jangan pernah memilih, aku bukan pilihan" . aku rasa benar, akan halnya lirik itu.. setiap orang bukanlah pilihan, setiap orang ingin menjadi satu - satunya.. lantas mengapa masih banyak yang menjadikan orang yang menyayanginya... menjadi sebuah pilihan.. ya, seperti halya mobil yang memiliki "serep" yang berarti cadangan.. apakah orang sama halnya dengan barang? sama dapat dijadikan cadangan?

beberapa orang mengatakan bahwa, ketika seseorang mengambil keputusan untuk menjadikan orang lain pilihan, itu mengartikan orang tersebut sudah berada di dalam titik jenuh... ah, rasanya itu tidak adil.. ya, aku mempertahankan kamu untuk menjadi satu - satunya... lalu kamu? menjadikan aku salah satunya.

pangeran, aku rasa kamu harus mengetahui tentang ini... tentang aku, kamu juga hatiku.. sampai saat ini, aku berhasil menjadikan mu satu - satunya yang istimewa didalam hatiku.. walaupun kamu, masih saja menempatkanku pada entah posisi keberapa dalam hatimu.. menempatkan ku sama dengan gadis lainnya...

entahlah, aku harus sampai kapan bertahan dengan posisi seperti ini, posisi dimana aku menjadi sebuah pilihan hatimu.. apakah aku harus melepaskanmu, dan membiarkan kamu dengan mereka? mereka yang menurutku... lebih penting keberadaannya dibandingkan denganku..dan aku? hilang... dari hidupmu,tanpa bekas sedikitpun...

No Name

Berlari sendiri tanpa henti untuk mencari persinggahan terakhir tempatku berlabuh.. tetapi, mengapa selalu seperti ini alur dalam pencarianku..  merasa sendiri dikala sulit.. merasa sepi dikala riuh.. berlari tanpa arah mencari pelabuhan terakhirku.. menetapkan tujuan yang pada akhirnya harus berputar arah karna kekecewaan...

mengapa tak ada satupun yang sudi menghapus air mataku disaat aku tak dapat menampungnya.. mengapa tak ada yang sudi meminjamkan bahu untuk menopang kepalaku sebentar saja.. atau hanya membagi sedikit keceriaannya kepadaku untuk merasaka manisnya hidup.. Dimanakah letak kesalahanku, hingga pada akhirnya aku harus bertemu dengan gelapnya kehidupan yang fana ini..

salahkah bila aku ingin mencicipi sepercik kehidupan yang berujung dengan tawa bahagia... ataukah memang, aku tidak diperbolehkan merasakan kesenangan terlebih dahulu? lalu kapan senyum kebahagiaan itu datang menghampiriku.. letih rasanya jika harus selalu mencicipi pahit akan hidup ini..

Tuhan, aku percaya... Engkau Maha Adil.. tolong, berikan aku pelukan hangatmu jika memang itu cara untukku merasakan kebahagiaan yang mendalam.. Tuhan, bila memang aku belum diizinkan oleh - Mu untuk mencicipi manisnya hidup.. berikan aku sejuta kesabaran untuk melalui semua ini. Aku yakin, Engkau bersamaku.. didalam hatiku, yang tak pernah Engkau tinggalkan sedikitpun.