Senin, 10 Maret 2014

Tentang Kamu, Pangeran (part2)

aku sudah menjadi bagian di dalam sebuah barang elektronikmu yang cukup canggih itu.. ya, aku menjadi salah satu daftar teman di dalam akunmu.. setelah itu... seperti halnya jalan tol, yang lurus.. kamu, pangeran semakin dekat jaraknya dengan ku.. hingga pada akhirnya, di malam pergantian tahun.. kamu memintaku untuk menjadi seseorang yang spesial dihatimu.. 

ah entahlah, pangeran.. kamu tengah berhasil membuatku kaget dengan perkataanmu itu... dengan menyebut namaku dan diakhiri dengan kalimat permintaan mu untuk menjadi bagian dari hatimu... dan di tengah keramaian hiruk pikuknya masyarakat kota ini yang hanya sekedar menikmati riuhnya kembang api ataupun hanya merasakan euforia malam pergantian tahun.. aku, menjawab pertanyaanmu dengan sepenuh hati dan berjuta kepingan bahagia didalamnya... aku bersedia pangeran, menjadi bagian penting di hidupmu... dan disitu, aku ingin menjadi perempuan yang terakhir yang mengisi hatimu...

hari berganti hari... hingga pada saat itu, kamu dan aku harus terpisah akan jarak... ya, kamu dan aku harus pulang ke kota asal masing - masing.. ketakutanku, muncul akan kerenggangan hubungan kita yang benar benar baru seumur jagung... dan kamu pangeran, berhasil meyakinkan hati yang penuh dengan keraguan ini.. kamu dan aku, kita menjalankan hari - hari seperti biasanya di tempat berbeda.. tanpa bertatap muka selama liburan semester ini...

hingga pada akhirnya... keraguanku muncul.. ketakutanku menghampiri.. bahkan, semua kata - katamu yang dulu meyakinkanku, kini benar benar hilang... ya, kamu dan aku... kita tak lagi berkomunikasi seperti biasanya... ketakutanku yang sering ku tepis dengan semua kata - katamu itu.. nyatanya, tak lagi menjadi obat yang ampuh untuk menjadi penenang hatiku...

hingga saat itu tiba, kamu... memutuskan untuk mengakhiri kita dengan alasan yang menurutku.... itu tidak dapat diterima... kamu dengan seluruh alasanmu untuk mengakhiri semua yang telah terjalin, berhasil membuatku sangat kecewa... pangeran, dimanakah janji yang telah kau ucapkan ketika itu... apakah kamu berhasil dengan mudahnya untuk melupakan semua itu? ataukah memang ada wanita lain yang tak bisa kamu lupakan dibalik ini semua? banyak tanya muncul didalam benakku pangeran...

hingga saat itu tiba... saat dimana aku mengetahui bahwa aku... perempuan baru yang berhasil mencuri hati mu dengan waktu yang singkat, kalah dengan dia.. perempuan yang sudah lama kamu kenal, yang lebih banyak memiliki kenangan, dan kamu... kembali dengan kenangan itu, kembali dengan perempuan beserta kenangan yang dibawa olehnya.. sementara aku? terdiam, duduk manis melihatmu bisa tertawa kembali dengan dia - perempuan - dengan - sejuta - kenangan.

#tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar