Rabu, 16 April 2014

20th January

bila memang kita dipertemukan untuk sebuah alasan, apakah kita akan dipisahkan untuk sebuah alasan kembali? mungkin untuk mereka, datang dan pergi seseorang didalam kehidupannya hanya sebuah alur yang memang dijalani dengan begitu saja tanpa harus mencegahnya.. tapi untukku, datang dan pergi seseorang dalam kehidupanku sangatlah sakit.. entah apa karna aku yang takssanggup menghadapi kenyataan dimana hari aku tak bisa bersama lagi dan menjalaninya kembali dengan langkah yang sunyi

begitupula ketika kamu datang dalam kehidupanku. kamu, membawa warna warni kehidupan. kamu, sosok pria yang memiliki suara dan tawa yang khas. kamu yang aku yakini akan tetap tinggal disini bersamaku sampai kapanpun itu. sejak kamu hadir, kamu yang selalu aku harapkan berada disini. kamu, kini menjadi prioritas utamaku dan dapat mengalahkan segala hal. kamu, alasan satu - satunya aku tetap bertahan dan terus berjuang di dalam pahitnya dunia ini. dan kamu, alasan aku dapat tertawa bahkan sedih.

kamu, aku berusaha mati - matian untukmu agar tak merasakan apa itu sakit. kamu, aku berusaha mati - matian untukmu menjadi yang terbaik. kamu, aku berusaha mati - matian untuk membuatmu selalu bahagia. dan kamu, aku berusaha mati - matian  untuk mengerti semua tentang kamu..

karena awalnya aku kira kamu tak akan membiarkan siapapun datang untuk memberiku luka. awalnya akukira kamu datang untuk menggantikan semua tangis yang telah kukeluarkan karna pahit luka yang belum pernah bisa mengering. kamu, yang awalnya aku kira datang dan memberikanku sedikit kebahagiaan dalam hidup.

ternyata semua tak berjalan dengan keinginanku. kamu datang dengan berjuta harapan yang dengan gampangnya kamu hancurkan. kamu datang dengan dengan pelangi yang tak kunjung meredakan hujan didalamnya.

bila memang, kamu tak ingin bersamaku, tolong bicaralah.. tak usah pikirkan semua perasaanku, bila memang kamu ingin pergi dari hidupku, tolonglah tak perlu bersikap manis yang membuatku berat melepaskanmu. kamu, pria yang ku harap akan terus menemani ku.. bila memang kita sudah tak lagi satu hati, aku siap untuk menerimanya. bila kamu dan aku harus berhenti disini, aku ikhlas. dan bila kamu ingin pergi, tolong jangan pernah kembali. hati ini, sudah cukup rapuh untuk disakiti kembali. karna luka lamaku, yang sempat kamu tutup kini terluka lebih parah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar