Kamis, 15 Mei 2014

Kamu ----- Beda

rasa sesak menyelinap dalam dadaku ketika aku membaca kembali pesan singkat antara kamu dan aku ketika dulu.. saat kamu masih mengatakan kata sayang juga menyelipkan kata rindu kepadaku.. terlebih ketika aku membaca semua angan dan harapan yang akan kita capai bersama.. rasa sesak seketika mengharuskanku untuk merasakan air dipelupuk mataku hingga tak dapat lagi aku tampung..

kamu masih sama, masih menjadi bagian hidupku.. kita masih dalam satu hubungan yg seharusnya berjalan dengan indah seperti dulu. tak ada yg beda dari hubungan kita, hanya saja kamu yg kurasa beda, tak sehangat dulu tak seramah dulu.. kamu kini terlalu jauh untuk aku rengkuh, kini kamu terlalu dingin untuk aku sentuh.. entah dimana letak kesalahan dalam hubungan ini yg dapat merubah segala kehangatanmu, terlebih genggaman jemarimu yang tak lagi dapat kukenali siapa pemilik jemari yg kusentuh ini..

dalam diam kamu berusaha menjauh, dan dalam diam aku terus mendekat. layaknya magnet yg mempunyai satu kutub yg sama dan tak pernah bisa bertemu... kemana magnet yg dulu kamu kenakan sehingga semua bisa menjadikan sebuah satu titik temu? tak ada lagi tawa bahkan senyum yang dapat kamu torehkan seperti dulu. yang kulihat kini, bukan sosok laki laki yg kukenal dengan kehangatannya, akan tetapi sosok laki laki yang aku kenal dengan segala sikap dinginnya terhadapku.. tatapan mu kini sudah berubah tak seteduh dulu, ingin kuselami setiap tatapanmu, tetapi semua seakan menolak untuk diselami.

apakah mungkin kamu tak lagi memiliki angan dan harapan seperti dulu? atau bahkan kamu kini membiarkanku mewujudkan semua itu dengan langkah sendiri? apakah mungkin kini kamu menemui sosok wanita lain yang kamu percaya dialah wanita masa depanmu? jika memang benar akan adanya seperti itu, tolong berhentilah berdiam dan menjauh dariku. tolong katakan, tolong jelaskan kepada hati yg masih mengharapkan kamu dan masih yakin akan kamu, sosok pria dari masa depan ku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar