Sabtu, 14 Maret 2015

kamu dan doa

dalam suatu waktu aku melafalkan doa akan seluruh yang tengah ku jalani. hingga aku terus melafalkan namamu dalam rapal doaku setiap hari. entah apakah Tuhan telah menyampaikan rapalan doaku tentangmu, entah apakah hembusan angin sudah membisikkan kepadamu semua tugas yang telah kuberikan kepadanya. entah apakah prajurit langit telah merasuk kedalam hatimu untuk menjaganya.

aku tidak yakin, akan semua rapal doaku telah terjawab oleh Tuhan. aku ragu akan tugas ku untuk angin telah dilakukan dan aku juga tak yakin akan prajurit langit yang telah merasukmu untuk menjaga hatimu. atau mungkin memang Tuhan sudah menyampaikannya tetapi kamu abaikan. atau mungkin angin sudah membisikkan kepadamu tetapi kamu seakan tuli terhadapnya atau mungkin kamu menutup semua pintu agar prajurit langit tidak bisa merengkuh hatimu.

kadang aku ingin terlahir seperti cenayang, yang bisa mengetahui apa dan bagaimana yang harus aku lakukan. aku ingin mengetahui bagaimana sebenarnya tatapan teduhmu, bukan hanya menerka dan hanya bisa berandai. aku ingin mengetahui bagaimana belaian kasihmu yang tulus bukan hanya menerka tetapi bisa memastikan.

tetapi apalah dayaku, aku hanya bisa menerka dan tidak bisa memastikan. aku hanya bisa berandai dan tidak bisa mewujudkannya. hanya rapal doa yang dapat aku harapkan. dengan lafal namamu dalam rapal doaku, aku bisa menjagamu. 



teruntukmu, lelaki dalam doaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar